Feri Pangkas Biaya Angkut, Layanan Nunukan - Sebatik Minta Ditambah
Nunukan - Kapal feri rute Nunukan - Sebatik dinilai sangat membantu kelancaran distribusi barang antar pulau. Pengguna jasa kini meminta frekuensi pelayaran ditambah karena layanan yang baru tiga kali dalam seminggu dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan angkutan barang.
Salah seorang sopir pick up, Madi (27) mengatakan keberadaan kapal feri sangat membantu dirinya dan sopir lainnya mengirim barang dari Nunukan menuju Sebatik. Menurutnya, feri memberikan pilihan angkutan yang lebih murah sekaligus memudahkan proses bongkar muat.
Sebelum ada feri, Madi mengaku menggunakan perahu. Namun, penggunaan perahu membutuhkan biaya tambahan karena harus membayar sewa dan tenaga buruh untuk memindahkan barang.
“Kalau perahu kan banyak biayanya lagi, karena sewa, terus pakai buruh juga, itu sekitar Rp500 ribu lebih, kalau naik feri kan cuma beli tiket Rp180 ribu kalau mobil pick up,” kata Madi, Rabu (23/9/2026).
Selain lebih murah, kapal feri juga membuat proses pengangkutan barang lebih cepat. Mobil bisa langsung masuk ke kapal sehingga barang tidak perlu dibongkar dari kendaraan untuk dipindahkan ke perahu.
“Kita tidak terlalu capek juga sudah, karena kan tidak membongkar, mobil langsung ke kapal, nanti tiba di sebelah langsung menuju toko,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat kapal feri tidak hanya menjadi sarana penyeberangan kendaraan dan penumpang, tetapi juga membantu memperlancar arus barang antara Nunukan dan Sebatik. Untuk itu, Madi berharap frekuensi pelayaran dapat ditambah menjadi setiap hari agar distribusi barang tidak harus menunggu jadwal keberangkatan.
Menurutnya, layanan tiga kali dalam seminggu masih menyulitkan ketika kebutuhan pengiriman barang meningkat. Penambahan jadwal dinilai dapat memberikan banyak pilihan bagi sopir dan pelaku usaha untuk mengirim barang dari Nunukan ke Sebatik maupun sebaliknya.
Sumber : RRI Tarakan
