Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Kaltara Ahmad Bey Yasin menyebutkan di wilayah Kaltara, petani rumput laut berjumlah 2.184 orang dengan luas areal 1.970 hektare. Jumlah produksi rumput laut 500 ton perbulan dengan harga jual, khusus rumput laut asal Nunukan cukup tinggi, yaitu Rp 15 hingga Rp 18 ribu per kilo gram.
Untuk meningkatkan produktivitas petani, lanjut Yasin salah satu bentuknya dengan mengadakan berbagai pelatihan seperti pelatihan peningkatan SDM petani pembudidayaan rumput laut.
“Tujuannya meningkatkan kualitas dan kompetensi petani pembudidaya rumput laut agar memiliki etos kerja yang produktif, terampil, kreatif, disiplin, profesional dan mampu memanfaatkan, mengembangkan, serta menguasai teknologi yang inovatif,”ujarnya usai pembukaan pelatihan peningkatan SDM petani pembudidayaan rumput laut yang secara resmi dibuka Penjabat Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, di Sebatik, Rabu (26/3).
Sementara itu Irianto mengatakan rumput laut memiliki nilai ekonomis tinggi dan laris di pasar dunia. Sebab fungsi dan manfaat rumput laut beragam. Dia mencontohkan di Jepang rumput laut diolah menjadi makanan sehat untuk dikonsumsi. Selain itu dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi beragam produk semisal bahan baku industri farmasi dan kosmetik.
"Bahkan di Cina rumput laut ini, telah diolah menjadi sebuah produk obat-obatan untuk penyembuhan penyakit kanker," kata Irianto (drm/hmsprov)
Sumber : KaltaraProv.go.id
