Masih Gunakan Ringgit, Pedagang Rugikan Konsumen NUNUKAN – Upaya pemerintah dalam meningkatkan Nasionalisme di Nunukan memang tidak mudah dan belum membuahkan hasil yang maksimal. Buktinya, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia tersebut, hingga saat ini masih sangat familiar dengan hal – hal yang serba Malaysia. Salah satu contohnya seperti diungkapkan Camat Sebatik Tengah Harman bahwa mayoritas warga yang berada di Desa Aji Kuning lebih akrab dengan perhitungan mata uang Ringgit Malaysia (RM) dibanding dengan Rupiah.
Umumnya transaksi jual beli di Desa Aji Kuning, dominan menggunakan perhitungan Ringit,” ujar Harman kemarin.
Ia juga memastikan, rata-rata pedagang didaerah itu mencantumkan label harga dengan menggunakan Ringgit. Risau dengan kebiasaan masyarakat di Kecamatan Sebatik tersebut, Harman berharap upaya-upaya yang dilakukan Pemda maupun seluruh elemen masyarakat guna menebalkan rasa nasionalisme dimaksud lebih diintesifkan lagi.
“Misalnya, Pemkab sesekali turun ke lapangan mensosialisasik…