Rapat Koordinasi TPPS Sebatik Utara Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting

Rapat Koordinasi TPPS Sebatik Utara Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting

Sebatik Utara, SIMP4TIK – Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pada Selasa (21/7/2026) pukul 09.00 WITA di Aula Pertemuan Garuda Perkasa Lantai II Kantor Kecamatan Sebatik Utara.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Sebatik Utara.

Rapat dipimpin oleh Camat Sebatik Utara, Andi Calo, SE., M.A.P., dan dihadiri oleh Kasi Sosial Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Kasi Trantib, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Puskesmas Sebatik Utara beserta jajaran, Kepala UPTD PPDM Sebatik, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Sebatik Utara, Pendamping Sosial, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Lapri dan Desa Seberang, serta para kader Posyandu.

Dalam sambutannya, Camat Sebatik Utara Andi Calo, SE., M.A.P. menegaskan bahwa penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh pihak. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat sinergi dan menjadikan desa yang berhasil menurunkan angka stunting sebagai contoh bagi desa lainnya.

"Hari ini kita berkumpul untuk membahas langkah-langkah percepatan penurunan stunting. Saya mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi agar angka stunting di Kecamatan Sebatik Utara dapat terus ditekan. Desa yang telah menunjukkan penurunan angka stunting harus menjadi contoh dan pembelajaran bagi desa lain sehingga upaya yang berhasil dapat diterapkan secara lebih luas," ujar Andi Calo.

Selain membahas percepatan penurunan stunting, Camat juga menyampaikan pentingnya pendataan kelompok rentan sebagai bagian dari inovasi pelayanan sosial pemerintah. Pendataan tersebut meliputi anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, Orang Dengan HIV (ODHIV), korban penyalahgunaan narkotika, gelandangan, bekas warga binaan, perempuan rentan, serta kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Ia berharap seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, dan pendamping sosial dapat bekerja bersama melakukan pendataan dan pendampingan secara langsung di lapangan agar setiap program bantuan maupun intervensi dapat tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sebatik Utara, Muhammad Akbar, S.Farm., Apt., mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi tingkat kabupaten, Kecamatan Sebatik Utara masih menjadi wilayah dengan angka stunting tertinggi dibandingkan 18 wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, salah satu penyebab utama tingginya angka stunting adalah rendahnya tingkat kunjungan balita ke Posyandu. Rata-rata balita yang hadir untuk penimbangan hanya mencapai sekitar 60 persen, padahal idealnya dapat mencapai 80 hingga 90 persen.

"Persoalan utama kita bukan hanya jumlah kasus stunting, tetapi rendahnya kehadiran balita di Posyandu. Anak-anak yang tidak datang harus kita telusuri penyebabnya, apakah karena akses, pekerjaan orang tua, atau faktor lainnya. Kita tidak boleh langsung menyalahkan masyarakat, tetapi harus mencari solusi bersama," jelas Muhammad Akbar.

Ia juga mengusulkan pembentukan Tim Sahabat Warga sebagai penguatan kerja TPPS yang bertugas melakukan penelusuran terhadap balita yang tidak hadir di Posyandu sekaligus memastikan anak-anak yang sebelumnya tercatat stunting memperoleh verifikasi ulang melalui pengukuran yang akurat.

Selain itu, Kepala Puskesmas menekankan pentingnya pelaksanaan sweeping balita secara berkala, minimal setiap tiga bulan, agar cakupan penimbangan meningkat dan data stunting yang dilaporkan benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Muhammad Akbar juga menyoroti pentingnya kalibrasi alat ukur kesehatan agar hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan balita tetap akurat. Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya, dapat semakin diperkuat dalam mendukung pelaksanaan intervensi stunting di lapangan.

Selain itu, ia mengusulkan agar Surat Keputusan (SK) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Sebatik Utara ditinjau kembali sehingga seluruh anggota tim, termasuk pejabat yang baru bertugas, memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara berharap seluruh pemangku kepentingan semakin memperkuat komitmen dan sinergi dalam menurunkan angka stunting. Kolaborasi lintas sektor, penguatan pendataan, peningkatan cakupan pelayanan Posyandu, serta pendampingan langsung kepada masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya generasi Sebatik Utara yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. (*)

Teks/Foto : Jefriansyah (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK UTARA )

Editor : BD Novelinna

Sumber : Berita Nunukan

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url