Perkuat Layanan di Wilayah Perbatasan, RS Umum Sebatik Gelar Pelatihan Komprehensif Tatalaksana TBC Resisten Obat

Perkuat Layanan di Wilayah Perbatasan, RS Umum Sebatik Gelar Pelatihan Komprehensif Tatalaksana TBC Resisten Obat

Nunukan, SIMP4TIK – Dalam upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) serta merespons tantangan klinis Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO), Rumah Sakit Umum Sebatik resmi membuka kegiatan “Training on DRTB Management and Service for Health Workers Offline and Online”. Kegiatan pelatihan intensif berbasis On-the-Job Training (OJT) ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 13 hingga 16 Juli 2026, bertempat di lingkungan RS Umum Sebatik.

Agenda krusial ini diinisiasi dan diselenggarakan secara kolaboratif oleh panitia pelaksana dari Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara bersama dengan Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan. Penyelenggaraan pelatihan ini didukung sepenuhnya oleh alokasi dana hibah Global Fund BL 38 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara sebagai wujud intervensi nyata penguatan layanan di wilayah beranda negara.

Langkah taktis ini dilatarbelakangi oleh situasi beban TBC nasional, di mana Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dengan estimasi insiden TBC sebesar 1.090.000 kasus. Di Kalimantan Utara sendiri, grafik keberhasilan pengobatan pasien TBC RO secara umum baru menyentuh angka 50 persen, padahal target nasional berada di level 80 persen. Khusus Kabupaten Nunukan capaian data penemuan kasus sampai dengan TW 2 sebanyak 236 dengan persentase 23 persen, kurang optimalnya capaian ini disebabkan karena masih tingginya angka penolakan atau ketidakpatuhan pasien selama fase terapi akibat efek samping obat yang berat dan minimnya pendampingan psikososial.

"Sebagai rumah sakit yang berada di wilayah perbatasan, RS Umum Sebatik berkomitmen penuh untuk meningkatkan mutu layanan klinis secara komprehensif. Melalui kolaborasi panitia lintas tingkat provinsi dan kabupaten ini, kami optimistis dapat membangun sinergitas tatalaksana medis dan administrasi program yang lebih matang agar tingkat kepatuhan dan kesembuhan pasien TBC RO di Pulau Sebatik melonjak signifikan," ungkap Direktur RS Umum Sebatik, H. Abdul Rahim, SKM., MPH, dalam sambutannya saat membuka kegiatan.

Pelatihan komprehensif ini menghadirkan narasumber utama dan fasilitator ahli, di antaranya Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Yuan Erenst Sukawatie, SKM., M.Si., beserta jajaran Tim Kerja Program TB. Selain dari sisi kebijakan program, pelatihan ini juga menghadirkan pemateri klinis terkemuka, yakni dr. Nila Kartika Ratna, Sp.P., FISR, selaku Tim Ahli Klinis (TAK) Eksternal dari Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK Tarakan, untuk mengupas tuntas tatalaksana klinis dan manajemen medis pasien TBC RO.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang perwakilan tenaga kesehatan multidisiplin dari RS Umum Sebatik. Komposisi peserta meliputi jajaran manajemen, Tim Ahli Klinis internal (Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Anak), dokter umum, perawat rawat jalan dan rawat inap, petugas laboratorium, farmasi, tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), hingga petugas entri data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Selama empat hari masa OJT, para peserta dibekali dengan 10 materi inti terstandardisasi, meliputi:

  1. Diagnosis dini dan metode penemuan kasus aktif pasien TBC RO.
  2. Tatalaksana rejimen pengobatan jangka pendek dan jangka panjang bagi pasien dewasa maupun anak-anak.
  3. Manajemen efek samping obat (ESO) dan penanganan komorbiditas medis.
  4. Teknik Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) serta strategi pendampingan psikososial.
  5. Manajemen logistik obat, alur pelaporan digital via aplikasi SITB, serta mekanisme klaim pendanaan TBC RO.

Melalui integrasi metode pembelajaran luring (offline), kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembekalan awal bagi kesiapan layanan mandiri rumah sakit, melainkan juga sebagai ruang penyegaran (refreshing) berkala untuk mendongkrak kualitas layanan kesehatan di perbatasan demi menyukseskan akselerasi eliminasi TBC di bumi Kalimantan Utara.(*)

Teks/Foto : Putri Sartika Dewi, S.KM (Tim Publikasi DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK & KELUARGA BERENCANA )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom

Sumber : Berita Nunukan

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url