Finalisasi Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Kesiapsiagaan Menghadapi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) di Wilayah Perbatasan Sebatik
Sebatik Utara, SIMP4TIK – Pemerintah dan berbagai instansi terkait di wilayah perbatasan mengikuti kegiatan finalisasi penyusunan dokumen rencana kontingensi kesiapsiagaan menghadapi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), Kamis (9/7/2026), di Aula Pertemuan Garuda Perkasa Lantai II Kantor Camat Sebatik Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, aparat keamanan, pengelola pelabuhan, fasilitas kesehatan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Camat Sebatik Utara, Andi Calo, S.E., M.A.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi potensi kedaruratan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. “Melalui kegiatan ini, kita berharap tersusun dokumen dan skenario yang jelas serta terukur sehingga setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya apabila terjadi keadaan darurat kesehatan,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.
Kepala KUPP Kelas III Sungai Nyamuk, Syaharuddin, S.E., S.H., menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan koordinasi antarinstansi di Pelabuhan Sungai Nyamuk sebagai gerbang utama perbatasan. “Pelabuhan merupakan pintu gerbang ekonomi sekaligus garda terdepan pengawasan kesehatan di wilayah perbatasan. Karena itu, penguatan infrastruktur dan sinergi antarinstansi harus terus ditingkatkan,” tuturnya.
Mewakili Kepala PLBN Sebatik, Kepala Subbidang Fasilitasi Pelayanan Lintas Batas Negara, Martinus Reta, S.Sos., menyampaikan bahwa penyusunan rencana kontingensi merupakan kebutuhan yang harus dibangun bersama. “Dokumen ini menjadi pedoman operasional bersama untuk memperkuat deteksi dini, koordinasi dan respons terhadap ancaman kesehatan lintas batas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tarakan, dr. Aryanti, M.M., M.K.M., mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh peserta. “Dokumen yang disusun diharapkan mampu menjadi acuan yang jelas dalam pembagian peran, mekanisme koordinasi, serta langkah-langkah cepat dan terpadu saat menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat di pintu masuk negara,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi dan komitmen seluruh pihak dalam mewujudkan sistem kesiapsiagaan kesehatan yang responsif, terkoordinasi, dan mampu melindungi masyarakat dari ancaman kedaruratan kesehatan yang berpotensi menjadi perhatian dunia internasional.
Teks/Foto : Jefriansyah (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK UTARA )
Editor : BD Novelinna
Sumber : Berita Nunukan
