Empat Kecamatan Sebatik Terdampak Banjir, BPBD Nunukan Kerahkan Personel dan Peralatan
Nunukan, SIMP4TIK – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pulau Sebatik sejak Senin (13/7/2026) dini hari mengakibatkan banjir di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Utara, dan Sebatik Timur. Meluapnya sejumlah sungai menyebabkan genangan air merendam permukiman warga, lahan pertanian, hingga sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Nunukan, lebih dari 200 rumah terdampak banjir, termasuk beberapa fasilitas ibadah dan kantor pemerintahan desa. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga hampir mencapai satu meter di beberapa titik permukiman.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi lahan pertanian dan sawah masyarakat. Sejumlah peralatan elektronik di kantor desa dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam air dan korsleting listrik. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Nunukan bersama personel Damkar Pos Pulau Sebatik, aparat desa, aparat kecamatan, dan masyarakat langsung melakukan berbagai upaya penanganan di lokasi terdampak. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemantauan wilayah, pompanisasi rumah-rumah yang tergenang, membantu evakuasi barang milik warga dan peralatan kantor desa, serta membersihkan material sisa banjir.
Sebanyak 13 personel BPBD Kabupaten Nunukan diterjunkan ke lapangan dengan dukungan armada berupa mobil pikap, mesin pompa apung beserta selang dan nozel, unit mobil pemadam kebakaran, serta mesin pompa air milik pemerintah desa dan masyarakat.
Kasubid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan sekaligus Komandan Lapangan, Hasanuddin, mengatakan bahwa penanganan difokuskan pada wilayah yang mengalami dampak paling besar, sembari terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.
"Sejak menerima laporan banjir, personel langsung bergerak melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik terdampak. Prioritas kami adalah membantu masyarakat mengurangi genangan air, menyelamatkan barang-barang yang masih dapat diamankan, serta memastikan situasi tetap aman. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan," ujar Hasanuddin.
Ia menambahkan bahwa luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan. Keterbatasan armada dan peralatan di wilayah Sebatik membuat proses penanganan harus dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih dapat terjadi. Warga diharapkan selalu mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," tambahnya.
Hingga laporan ini disampaikan, personel BPBD Kabupaten Nunukan masih bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi banjir serta menghimpun informasi dari desa dan kecamatan dan situasi aman terkendali. (*)
Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )
Editor : BD Novelinna
Sumber : Berita Nunukan
