Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Hadir di Sebatik Utara, Perkuat Kecintaan dan Pemahaman Masyarakat terhadap Rupiah
Sebatik Utara, SIMP4TIK – Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara bersama Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melaksanakan Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dalam rangka Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 pada Rabu (15/7/2026) pukul 09.00 WITA di Aula Pertemuan Garuda Perkasa Lantai II, Kantor Kecamatan Sebatik Utara.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui penyediaan uang rupiah yang layak edar serta edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan terdekat dengan perbatasan negara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sebatik Utara beserta para kepala seksi, kasubbag dan staf Kecamatan Sebatik Utara, Danramil Sebatik, Kapolsek Sebatik Timur, Danposal Sungai Pancang, Kepala Puskesmas Sebatik Utara, Kepala KUA Sebatik Utara, Kepala UPTD PPDM Sebatik, UPT DLH, UPT LLAJ Sebatik, PKB Sebatik Utara, para kepala desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Sebatik Utara, pendamping sosial, pendamping PKH, pendamping desa, para kepala sekolah, SMA Taruna Sebatik Utara, MTs HB, MI HB, SDN 001, SDN 002 dan SDN 003 Sebatik Utara, mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan, serta para siswa-siswi SD, SMP, dan SMA.
Dalam sambutannya, Camat Sebatik Utara Andi Calo, S.E., M.A.P. menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Bank Indonesia dan TNI AL atas terselenggaranya kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di wilayah Sebatik Utara.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara mengucapkan selamat datang serta terima kasih kepada Bank Indonesia beserta TNI Angkatan Laut atas pelaksanaan kegiatan ini. Kehadiran program Bank Indonesia merupakan bentuk perhatian nyata dalam mendukung pemenuhan kebutuhan uang rupiah layak edar bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan perbatasan seperti Kecamatan Sebatik Utara," ujar Andi Calo.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pelayanan penukaran uang rupiah layak edar, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
"Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menggunakan, merawat, dan mengenali keaslian rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Kami juga mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, baik dalam pelayanan penukaran uang maupun menyerap informasi yang disampaikan oleh narasumber dari Bank Indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut, Camat menegaskan komitmen Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara untuk terus mendukung pelaksanaan program serupa melalui koordinasi dan fasilitasi yang diperlukan.
"Kami berharap sinergi antara Bank Indonesia, TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Unit Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Fachrur Rozi, menegaskan pentingnya kehadiran rupiah di seluruh wilayah Indonesia sebagai simbol kedaulatan negara.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman masa lalu di wilayah perbatasan menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya memastikan rupiah hadir di seluruh pelosok NKRI.
"Bank Indonesia memiliki kewajiban untuk memastikan rupiah beredar dan hadir di seluruh wilayah Indonesia agar peristiwa masa lalu tidak terulang kembali. Rupiah bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa," jelas Fachrur Rozi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
"Cinta Rupiah diwujudkan dengan merawat uang rupiah agar tetap layak edar. Bangga Rupiah diwujudkan dengan menggunakan rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Indonesia. Sedangkan Paham Rupiah berarti masyarakat mampu mengenali keaslian uang melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang," paparnya.
Selain sosialisasi, Bank Indonesia juga memberikan layanan penukaran uang layak edar, termasuk penukaran uang rusak dan tidak layak pakai, guna memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang berbagai aktivitas ekonomi.
"Kami berharap seluruh masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga peredaran uang rupiah serta menolak peredaran uang palsu," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kadep Operasi KRI Ajak, Kapten Laut (P) Agusyah, menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut memiliki tanggung jawab menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan Sebatik.
"Kami sebagai unsur kapal perang yang bertugas di wilayah perbatasan memiliki tanggung jawab menjaga kedaulatan negara sehingga masyarakat dapat hidup aman dan beraktivitas dengan nyaman. Kami juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Sebatik selama KRI bersandar di wilayah ini," ujarnya.
Kapten Agusyah juga mengundang para pelajar untuk mengunjungi Kapal Republik Indonesia (KRI) sebagai upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap alat utama sistem pertahanan negara.
"Kami membuka kesempatan bagi adik-adik pelajar yang ingin mengenal lebih dekat kapal perang milik Indonesia. Semoga kunjungan tersebut dapat meningkatkan rasa cinta kepada bangsa dan negara," katanya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi oleh narasumber Bank Indonesia, yakni Deri dari Bank Indonesia Jakarta dan Hendro dari Bank Indonesia Balikpapan. Materi yang disampaikan meliputi peran Bank Indonesia, pentingnya menjaga kualitas uang rupiah, cara mengenali keaslian uang melalui metode 3D, serta edukasi mengenai peredaran uang rupiah di wilayah perbatasan.
Melalui kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, diharapkan masyarakat Sebatik Utara semakin memahami pentingnya menjaga, menggunakan, dan mencintai rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan wilayah perbatasan Indonesia. (*)
Teks/Foto : Jefriansyah (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK UTARA )
Editor : BD Novelinna
Sumber : Berita Nunukan
