Soal Warga Sebatik, Harga Diri Bangsa Terinjak-injak

Soal Warga Sebatik, Harga Diri Bangsa Terinjak-injak
NUNUKAN ,  — Hampir setahun masyarakat Sebatik , Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kesulitan berkunjung ke Tawau, Malaysia. Padahal, hampir 100 persen kebutuhan pokok warga Sebatik sangat bergantung pada negeri jiran tersebut. Sejak 1 Januari 2013 lalu, Pemerintah Malaysia melarang masuknya alat transportasi speed boat warga Sebatik ke Tawau karena dianggap tidak memenuhi standar keamanan internasional. Akibat belum adanya armada angkutan laut, warga Sebatik harus transit ke Nunukan bila hendak bepergian ke kota Tawau, Malaysia. Padahal, jarak antara Sebatik dan Tawau hanya 15 menit jika menggunakan speed boat, sementara untuk menuju Nunukan diperlukan waktu hingga dua jam. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan asal Sebatik, Muhammad Saleh, mengatakan, penyelesaian permasalahan larangan masuknya speed boat warga Sebatik ke Tawau membutuhkan keseriusan dari pemerintah pusat. "Ini masalah antarnegara, salah satu kewenangan absolut pemerintah pusat adalah masalah hubungan luar …
Various news site