Andai Saja Saya Warga Malaysia (bagian 2) oleh Mansyur Faqih (wartawan Republika)
Jangan bicara mengenai nasionalisme di Sebatik . Republika mencoba bertanya mengenai Indonesia kepada beberapa warga. Hasilnya, cukup mengenaskan. Kebanyakan warga tak tahu siapa presiden dan wakil presiden RI saat ini. Mereka malah semakin panik ketika ditanya mengenai Pancasila dan lagu kebangsaan.
Namun ketika ditanya mengenai Perdana Menteri Malaysia yang sekarang menjabat, mereka sigap dan langsung memberikan jawaban yang tepat. Begitu pula untuk urusan sepakbola. Ajang Asean Football Federation (AFF) Suzuki Cup pun dimanfaatkan warga untuk mendukung Malaysia , “Saya sepakbola kemarin (piala AFF) bela Indonesia. Tapi karena kalah, ya bela Malaysia lagi,” tutur Irman.
Nasionalisme kian luntur di masyarakat Sebatik dan tergantikan dengan kebutuhan. Karena Indonesia seakan tak pernah hadir untuk memberikan dan menjamin pemenuhan kebutuhan tersebut.
Tak heran jika banyak masyarakat Sebatik yang berharap bisa menjadi warga negara Malaysia . Me…