Petani Jahe Sebatik Kesulitan Dalam Pemasaran Petani Jahe Sebatik Kesulitan Dalam Pemasaran
NUNUKAN -- Eks tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Sabah, Malaysia yang menjadi petani jahe di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara kesulitan memasarkan hasil panennya.
Salah seorang petani jahe Pulau Sebatik bernama Meus Kellen di Nunukan, Senin menyatakan, eks TKI yang memilih kembali ke Indonesia dengan bercocok tanam di Pulau Sebatik telah berlangsung sejak 2002.
Ratusan kepala keluarga (KK) eks TKI di Malaysia yang bertempat tinggal di Kampung Lourdes Kecamatan Sebatik Tengah ini, masing-masing memilih bercocok tanam sesuai keinginan dan komoditi yang dianggap tepat dengan kondisi lahan miliknya.
Meus Kellen mengungkapkan, sebagian besar bercocok tanam jahe ini saat produksinya melimpah namun segi pemasaran masih bingung. "Sasaran pemasaran hasil panen jahe selama ini sebagian besar dipasarkan ke Tawau, Malaysia," kata dia.
Memilih Malaysia sebagai sasaran pasar, kata dia, harganya lebih mahal dibandingkan di…